SELAMAT DATANG DI BLOG OPBS

MAN 1 SURAKARTA

Program Boarding School Sains Riset dan Teknologi MAN 1 Surakarta adalah salah satu program unggulan jurusan IPA yang menyediakan fasilitas asrama dan pengembangan diri untuk siswanya. Program ini diharapkan untuk menyiapkan peserta didik yang berakhlakul kharimah, taat dalam beribadah, dan mempunyai bidang keahlian sains, bahasa Inggris, dan ICT (Information and Communication Technologies) sehingga mampu mengembangkan diri sebagai intelektual muslim.

Our Account

YOUTUBE

Visit

INSTAGRAM

Visit

TWITTER

Visit

BLOG

Visit

Mading Dan Kegiatan

Selasa, 19 Oktober 2021

MAULID NABI MUHAMMAD SAW 1443 H


KALA MAULID TIBA

 Mas Haris,adik-adik TPA biasa memanggilku dengan 2 kata itu.Yap,Setiap hari Senin dan Selasa sore dari ba'da ashar sampai adzan  Maghrib aku selalu menghabiskan waktu dengan mengajar TPA di masjid Al Falah dekat rumahku,masjidnya dingin,ada ACnya. Untuk memudahkan pelaksanaan kegiatan TPA,dibagilah menjadi beberapa halaqah (kelompok) dan setiap halaqah dibimbing oleh remaja masjid yang salah satunya ialah aku.Fikria,Eko,Fauzan,Satria,dan Roy mereka adalah anggota halaqah Abu Bakar As Shiddiq dan aku sebagai pembimbing halaqah Abu Bakar As Shiddiq.Memang tak mudah menjadi pembimbing,aku harus mampu mengajarkan mereka cara membaca Quran yang benar dan harus tidak membosankan agar mereka antusias,ditambah lagi adik-adik ini memiliki karakteristik yang berbeda-beda.Buat info aja,Selama pandemi ini kegiatan di TPA menerapkan protokol kesehatan yang sangat ketat.

Hari ini adalah Senin,Seperti hari Senin biasanya,setelah salat ashar ini aku akan mendampingi halaqah Abu Bakar As Shiddiq di TPA.Salat ashar pun selesai,adik-adik mulai berkumpul dengan halaqahnya masing-masing,yap sambil gojek pastinya,tapi tenang,mereka mengenakan masker dan sudah cuci tangan,lagipula mereka menjaga jarak kok,serius.Selesai berzikir tiba-tiba aku ingat bahwa besok sudah tanggal 12 rabiul awwal,itu artinya besok adalah maulid Nabi Muhammad SAW.Dan benar saja,pengurus masjid Al Falah memanggil para remaja masjid dan meminta kami untuk menceritakan apa itu maulid nabi ke  adik-adik sesuai halaqahnya masing-masing.

Aku tak perlu bingung,karena Sebenarnya beberapa hari yang lalu para remaja masjid sudah diajarkan materi tentang maulid nabi oleh Ustaz Bekti selaku pengurus masjid Al Falah,Beliau juga menyampaikan bahwa pada hari maulid besok tidak ada kegiatan yang melibatkan warga setempat dalam skala besar,mengingat masih dalam situasi pandemi,namun kegiatan di TPA tetap dilaksanakan seperti biasa.Yang aku tak habis pikir kenapa aku bisa lupa kalau besok adalah hari maulid nabi.

Aku pun menghampiri halaqah Abu Bakar As Shiddiq,terlihat di situ Eko dan  Fauzan sedang mengobrol,sementara Roy dan Satria Nampak tenang dan tertib,dan Fikria sedang membaca sebuah buku.”Assalamualaikum adik-adik sekalian,semoga kalian sehat selalu ya,Eko …sama Fauzan diem dulu ya kita bakal berdoa dulu,siapa yang mau mimpin doa?” kemudian Roy spontan berkata “Aku mas!”,akhirnya Roy pun yang memimpin doa.Selesai berdoa aku mulai mengajak mereka masuk ke topik maulid nabi,”Siapa yang tahu apa itu maulid nabi?” kataku,semuanya terdiam bahkan Eko dan Fauzan yang biasanya rame sekalipun.Tiba-tiba Fikri dengan sedikit rasa malu menjawab pertanyaanku dengan elegan,dia menjawab “Setahuku maulid Nabi Muhammad merupakan peringatan hari lahir Nabi Muhammad yang disertai tradisi peringatan yang berkembang di masyarakat Islam jauh setelah Nabi Muhammad ï·º wafat”,mendadak suasana jadi hening dan serius,untuk mencairkan suasana aku langsung nyeletuk “kamu liat google ya?”,sontak semua tertawa.

Aku melanjutkannya dengan bercerita tentang maulid nabi selama 30 menit,di tengah becerita,lagi-lagi Eko dan Fauzan mengobrol.”Ko,Zann…kok ngorol terus si?” kataku,”hehe ini lho mas si Eko bisa ngecheat di FF” balas Fauzan.”Lah…hubungannya sama maulid nabi apa ?” jawabku,kemudian Roy menyaut “mungkin di FF ada event maulid nabi mas”,aku hanya tersenyum dan melanjutkan cerita. Selama aku bercerita mereka mendengarkanku dengan antusias,ya tentunya mereka sesekali gojek.

Selesai bercerita secara mengejutkan Fauzan mengangkat tangan untuk bertanya,aku sangat senang dia bertanya.”Mas Haris,maulid nabi itu apa?” tanya Fauzan,sontak semuanya tepuk jidat.Aku menghela napas dan berkata “tadi kan udah dijelasin sama Fikri trus udah mas Haris jelasin juga kan…hadeh, maulid nabi adalah hari lahirnya Nabi Muhammad saw,sekarang tak tanya,Nabi Muhammad SAW lahirnya kapan?”,Fauzan menjawab “Kalo gak salah sih tanggal 12 Rabiul Awwal,bener gak mas?”,”Iya bener nabi lahir tanggal 12 Rabiul Awwal ,makanya setiap tanggal 12 Rabiul Awwal selalu diperingati sebagai hari maulid nabi dan tahun ini 12 Rabiul Awwal jatuh di hari Selasa besok” kataku.Aku melihat  Fikria ia nampak ingin sekali bercerita namun ia malu,”Fik,kamu mau tanya?” kataku,belum sempat Fikria berbicara,Eko tertawa sambil berkata “Palingan pengen ke toilet hahaha”,tiba-tiba Fikria pun membalas “Nggak kok,aku cuman pengen nanya ke mas Haris,mas tadi belum dijelasin tentang asal-usul perayaan maulid nabi, kok maulid nabi bisa jadi tradisi di Indonesia gimana,Mas?”.Jujur saja aku cukup terkejut mendengar pertanyaannya,”Oh iya mas Haris lupa nerangin yang bagian itu tadi,jadi tradisi perayaan maulid nabi dibawa ke Indonesia atau Nusantara pada waktu itu oleh Wali Sanga,gitu” jawabku.Kemudian Roy bertanya “Tadi kata mas Haris kan di beberapa daerah,setiap maulid nabi selalu ada acara perayaan,la di sini ada perayaan maulid nabi nggak mas?,aku kan orang baru di sini jadi nggak tahu”.”Kalau di sini biasanya cuman bersih-besih kampung aja sih,kan tanggal merah tu hari maulid nabi,jadi sekalian bersih-bersih,kan kebersihan sebagian dari iman,tapi tahun ini nggak ada kegiatan karena pandemi“.Fauzan menyahut “Emang hari maulid nabi libur?” tanyanya,”iya libur kok,kan tanggal merah tu,berarti besok kalian libur sekolah” jawabku.”Tapi,aku lihat di berita kalau hari liburnya diundur jadi hari Rabu di berita “ kata Fikria.Dan seketika aku tahu kenapa sebelumnya aku bisa lupa kalau hari Selasa besok adalah maulid nabi,aku membaca berita di sosial media secara tak lengkap sehingga aku mengira bahwa maulid nabi jatuh di hari Rabu,padahal hanya hari liburnya.

Aku tertawa sendiri mengetahui hal itu di depan Eko,Fauzan,Fikria,Roy,dan Satria,”Mas,kok ketawa sendiri?” tanya Satria.Aku hanya membalasnya dengan senyuman,aku juga mengingatkan ke mereka bahwa bentuk kecintaan kita pada Nabi Muhammad SAW adalah dengan menjalankan sunahnya dan bershalawat padanya.Jam sudah menunjukkan pukul setengah enam sore,aku segera menutup kegiatan dengan membaca doa penutup majelis,kemudian kami semua bersiap untuk salat Magrib.


Pengaruh Pendidikan Kepada Kualitas Anak Pedalaman


    Sudah bukan menjadi rahasia lagi jika para anak yang tinggal di daerah pedalaman begiu sulit mendapat kehidupan yang bias dibilang layak seperti anak pada umumnya. Anak pedalaman kesulitan untuk mendapatkan air bersih, menempuh pendidikan yang sesuai dengan batas kelayakan pendidikan Indonesia dan sulit untuk mengikuti akan perkembangn zaman yang sedang terjadi seperti sekarang ini.

    Tidak hanya itu saja, tapi mereka bahkan tidak tahu dengan alat komunikasi seperti telepon genggam. Hal yang harus menjadi sorotan utama adalah betapa sulitnya mereka mendapat pendidikan yang bisa dibilang layak dan menempuh pendidikan dua belas tahun

    Pada kenyataannya tidak semua yang terjadi ini salah mereka, kesulitan mereka menjangkau lokasi sekolah menjadi masalah dikarenakan mereka harus melewati sungai terlebih dahulu. Tak hanya itu tapi mereka juga harus berjalan kaki terlebih dahulu yang jaraknya berpuluh puluh kilo meter, dan bahkan ada juga yang tidak menggunakan alas kaki.

    Kurangnya tenaga pengajar di pendalaman karena sulitnya mencari pengajaryang mau mengaraj di daerah itu juga begitu disayangkan. Padahal kualitas seseorang itu diukur dari seberapa jauh pendidikan yang sudah dicapai karena kualitas dari seseoranga yang hanya lulusan SD berbeda jauh dengan kualitas dari seorang sarjana. Maka bisa ditarik kesimpulan bahwa pendidikan begitu berpengaruh terhadap kualitas sesorang anak pedalaman. 

PUISI

Sang Penerang Zaman

Ya Nabi Ya Rasulullah

Panutan kami, akhir dari segala nabi

Engkau datang menembus dinding kegelapan

Ketika jahiliyah menguasai zaman

Kaulah surya penerang umat manusia

Kaulah purnama ditengah gulita

Engkaulah cahaya di atas cahaya

Yang tak kan pernah padam

Hingga akhir zaman

 

Ya Nabi Ya Rasulullah

Allah menunjukmu memimpin umat Islam

Kepadamu ayat suci diturunkan

Yang kini terkumpul dalam kitab Al-Qur'an

Sebuah perintahNya yang harus engkau ajarkan

 

Ya Nabiyallah, Ya Habiballah

Kau ciptakan kedamaian

Ditengah kekacauan dan kebodohan

Kau datang mengubahnya menjadi ketentraman dengan kecerdasan

Yang Engkau bimbing kejalan keimanan dan ketaqwaan.

 

Ya Rasulullah Shallallahu Alaihi Wassallam

Kepadamu sholawat dan salam kami tujukan

Berharap syafaatmu di hari kemudian

Semoga kami umatmu, mendapatkan pengampunan.


PANTUN


Masak lodeh pake ebi

Supaya tambah sedap aromanya

Hari ini diperingati Maulud Nabi

Untuk mengenang kelahirannya

 

Ada awal ada akhir

Awal kegiatan ucap bismillah

Kelahiran Nabi yang terakhir

Nabi Muhammad kekasih Allah

 

Tidur dihotel sangatlah nyaman

Sebelumnya ngobrol di lobbi

Muhammad nabi akhir zaman

Sebagai penutup para nabi

 

Di lobi makan kue serabi

Serabi di bawa dari kota

Dengan peringatan maulid nabi

Semoga bertambah keimanan kita


KALIGRAFI




KARIKATUR

CERGAM


Kelompok 3
1.    Azra Zhafir Madindra Dika Putera
2.    Muhammad Fadhil Ilyas
3.    Muh. Bintang Airnanda Assalam
4.    Praba Grefian Falery Rizal F.
5.    Sladiano Rifky Ilham
6.    Habib Nur Rahmatullah
7.    Muhammad Azam Abdillah
8.    Cielo Saka Kurnia


Rabu, 29 September 2021

GERAKAN 30 SEPTEMBER (G30S PKI)

                                    

 

   Mengenang Sejarah Singkat G30S PKI

     Sebuah pengkhianatan terbesar yang dialami bangsa Indonesia, Gerakan 30 September 1965 / PKI atau G30S/PKI. Peristiwa G 30 S PKI terjadi pada malam hari tepat waktunya saat pergantian dari tanggal 30 Septemberhari Kamis, menjadi 1 Oktober pada hari Jumat tahun 1965 tepat tengah malam dengan melibatkan Pasukan Cakrabirawa dan Anggota Partai Komunis Indonesia (PKI).

  Gerakan ini bertujuan menggulingkan pemerintahan Presiden Soekarno dan menginginkan pemerintahan Indonesia menjadi pemerintahan komunis. Gerakan 30 S PKI dipimpin oleh ketua saat itu, yaitu Dipa Nusantara Aidit atau sering dikenal dengan nama DN. Aidit. DN. Aidit gencar memberikan hasutan kepada seluruh masyarakat supaya mendukung PKI dengan iming-iming Indonesia akan lebih maju dan sentosa. DN. Aidit menurut pakar sejarah pada masa rezim Presiden Soeharto merupakan dalang utama gerakan 30 S PKI.

   Gerakan 30 S PKI bergerak atas satu komando yang dipimpin oleh Komandan Batalyon I Cakrabirawa, Letnan Kolonel Untung Syamsuri. Gerakan ini dimulai dari Jakarta dan Yogyakarta, gerakan ini mengincar Dewan Jendral dan Perwira Tinggi. Awal mula gerakan ini hanya bermaksud menculik dan membawa para Jendral dan perwira tinggi ke Lubang Buaya. Namun, ada beberapa prajurit Cakrabirawa yang memutuskan untuk membunuh Dewan Jendral dan perwira tinggi. Jendral yang dibantai oleh PKI diantaranya Jendral Ahmad Yani dan Karel Satsuit Tubun. Sisa Jendral dan perwira tinggi meninggal dunia secara perlahan karena luka penyiksaan di Lubang Buaya.

     Para Pahlawan Dewan Jendral dan Perwira Tinggi yang meninggal dunia atas kekejaman Gerakan 30 S PKI dan ditemukan di sumur Lubang Buaya adalah :

1. Jendral Anumerta Ahmad Yani (Meninggal Dunia di rumahnya, Jakarta Pusat. Rumahnya sekarang menjadi Museum Sasmita Loka Ahmad Yani)

2. Mayor Jendral Mas Tirtodarmo Haryono

3. Mayor Jendral Raden Soeprapto

4.  Jendral Donald Isaac Panjaitan

5.  Jendral Siswondo Parman

6. Brigadir Polisi Ketua Karel Satsuit Tubun (Meninggal dunia di rumahnya)

7. Brigadir Jendral Sutoyo Siswodiharjo

8.  Katamso Darmokusumo (Korban G30S/PKI di Yogyakarta)

9.  Kolonel Sugiyono Mangunwiyoto (Korban G30S/PKI di Yogyakarta)

10. Ade Irma Suryani Nasution (Putri Abdul Haris Nasution, meninggal di kejadian ini)

11. Kapten Lettu Pierre Andreas Tendean (Meninggal di kediaman Jendral Abdul Haris Nasution)

    Atas kejadian yang membuat luka Bangsa Indonesia, rakyat menuntut kepada Presiden Soekarno supaya membubarkan Partai Komunis Indonesia (PKI). Dengan rasa terpaksa akhirnya Partai PKI yang menjadi kekuatan bagi Presiden Soekarno dalam aksi “Ganyang Malaysia” di bubarkan. Selanjutnya Presiden Soekarno memberikan mandat pembersihan semua struktur pemerintahan nya kepada Mayor Jendral Soeharto yang terkenal dengan Surat Perintah 11 Maret 1966.


KARIKATUR:


CERPEN :

Eksekusi Para Pemberontak

    Kisah dimulai dengan kemunculan senandika Soleh, seorang yang ditahan Belanda setelah pemberontakan dipadamkan. Ia gelisah, menebak-nebak waktu, kapan kiranya eksekusi akan mengakhiri hayatnya. Ia lalu mengenang malam 12 November, saat aksi dijalankan. “Kawan-kawan, bertindaklah dengan serentak. Pimpin regu masing-masing dengan baik. Kita dan semua Rakyat yang kita pimpin harus yakin akan kemenangan—kemenangan buat hari depan kita rakyat yang tertindas. Kemenangan kaum yang lapar. Batavia adalah pusat kekuasaan kolonial, oleh sebab itu kita mendapat tugas besar untuk menumbangkan dan merebut kekuasaan dari tangan Belanda,” tutur seorang pimpinannya pada malam itu. Pasukan bergerak menuju kantor telepon dan menguasainya. Setelah itu mereka berencana menuju penjara Glodok. Namun, sebelum sampai ke sana, mereka keburu terkepung dan dicokok aparat kolonial. Kini Soleh dan kawan-kawannya mendekam di penjara: menunggu maut menjemput. 

      Saat ia duduk terpejam, aparat kepolisian menyeret tahanan baru dan menjebloskannya ke sel Soleh. “Akan kalian rasakan pada gilirannya nanti!” ujar polisi. Manusia-manusia kalah itu terkejut saat terdengar letusan senapan. Selang beberapa saat letusan terdengar lagi. Kawan-kawannya telah dieksekusi. Polisi datang dan memanggil Soleh. Kini saatnya ia dimangsa peluru. Sebelum benar-benar menjauhi sel, Soleh dan kawannya terlibat percakapan: saling menguatkan, saling mengingatkan bahwa kemenangan suatu saat akan memihak kepada mereka. “Sudah, sudah, jangan banyak cakap, anjing merah!” gertak polisi yang membawanya. Di lapangan tempat eksekusi, Soleh menolak matanya ditutup. Ia tatap algojo yang akan menghabisi jiwanya. Setelah peluru pertama mengoyak dadanya, ia berteriak: “Tembaklah! Tembaklah sampai peluru kalian habis untuk mengoyakkan tubuhku! Tapi komunisme tidak bisa kalian koyakkan dan kalian bunuh…!” Rentetan peluru berikutnya menghancurkan tulang rusuk dan memecahkan jantungnya. Soleh tak berkutik lagi. Kisah pun usai. 


KALIGRAFI:


PUISI:


Perjuangan


Air mata membasahi mata

Darah tergenang

Bangsa berguncang

Oh Tuhan saksikan perjuangannya


Darah-darah mengalir

Akan tetapi namamu tak berakhir

Jasatmu dingin nan kaku

Tapi wasiatmu tak lekang  waktu


Tekat elang rajawali

Bersatu untuk negeri

Kami jalankan amanah ini

Membangun Bumi Pertiwi


KOMIK:


PANTUN:

Jalan jalan ke gunung pati

Ke gunung pati beli kemiri

Kita semua harus siap mati

Demi mempertahankan NKRI






Written By:

Noval Abdillah
Muhammad Akbar Al Hafiiz Syaputra
Fairus El Had
Adi Mirza Wibawa
Rasendria Rakha Wiratmana 
Muhammad Fauzan alfatih
Rozi Rasyid Ridho 
Najmie Azkal Fahmi




Kamis, 09 September 2021

HARI OLAHRAGA NASIONAL 2021

 

Pernahkah terbesit pertanyaan di pikiran kalian

 “ kenapa ya saya sering olahraga tapi kok badan saya sering sakit-sakitan?”

“kenapa ya saya sering olahraga tapi kok kulit saya jelek?”

Jika pernah maka mari kita cari jawabannya bersama. Tapi sebelum itu coba bayangkan, jika ibu kalian menanam dua pokok mawar di taman belakang.

 Mawar yang satu selalu disiram dua kali sehari dengan air bersih dan satunya sama-sama disiram dua kali sehari, tapi karena tangan jail kalian mawar ke dua sering tersiram oleh oli, minyak, dan bensin.

Setelah satu minggu apa yang terjadi dengan mawar kesatu dan dua? Apakah sama-sama hidup? Atau mawar ke dua mati? Sudah pasti kanjikah  mawar ke dua akan mati karena ‘keracunan’.

Maka seperti itulah tubuh kita. Sejatinya setiap sel sudah menanda tangani jatah umur masing-masing ada yang 5 menit 10 hari bahkan hingga 120 hari setelah itu maka mereka akan mati dan digantikan sel-sel baru, namun karena kita yang terlalu usil dengan ‘mawar’ maka kita menyiramnya dengan oli, minyak, bensin, dan sebagainya maka sel kita akan mati sebelum kontrak mereka habis maka dari itu kita sering terkena penyakit degeneratif, ke pikunnya , penuaan dini, dan penyakit-penyakit lain.

Tapi itu baru risiko terkecil terkadang ada beberapa sel mati yang memberontak “ saya belum mau mati” dan sel itulah yang kita kenal sebagai kanker, sang pembunuh.

 Maka dari itu mari mulai sekarang kita perhatikan setiap makanan yang kita konsumsi. Inggat bahwa you are what you eat  Dan makanlah Makanan yang seimbang supaya mawar kita tumbuh sehat dan subur serta cantik tapi jangan lupa bahwa selain disiram juga perlu dipupuk, dipangkas dan lain sebagainya.

 Dengan cara olahraga, minum vitamin, istirahat cukup dan jaga pola makan.

stay save dan selamat hari olahraga!


CERPEN

Ketenangan


            Pagi itu langit begitu cerah, awan-awan yang berbentuk gelombang seperti ombak. Gumpalan awan itu bergerak pelan seakan-akan mengikutiku pergi ke sebuah dojo, Aku Dimas sebenarnya aku baru-baru ini mencoba mengikuti sebuah klub pelatihan beladiri.

Berjalan dengan santai sambil menikmati suasana diperjalanan, tapi tak lama kemudian aku melihat seorang gadis yang cukup cantik sedang diganggu oleh sekelompok orang yang berwajah sangar. Aku yang melihat itu langsung bergerak membantu gadis itu. Tampaknya mereka merupakan sebuah geng.

            Melihat aku yang mencoba menghentikan perilaku mereka membuat mereka marah. “Siapa kau?!” Bentak seorang diantara mereka, “Apakah kamu mencoba menjadi seorang pahlawan, minggir kau! Oh melihat pakaian yang kau kenakan tampaknya kau juga mempelajari beladiri huh?” Sambungnya.

“Kau tak perlu tahu namaku, aku hanya ingin memperingatkanmu agar jangan mengganggu orang lain.” Jawabku “banyak bacot kau, apa kau tak mengenalku aku adalah Andi bos geng Cobra.” Aku tak menghiraukannya dan menolong gadis itu berdiri serta menyuruhnya lari.

Tampaknya hal itu membuat Andi marah dan ingin menghajarku, tak ingin buang tenaga aku menendangnya cukup keras hingga ia terpental. Andi memerintahkan kelompoknya untuk menghajarku, dengan santai kupukul mereka satu persatu. Akhirnya mereka semua babak belur dan lari tunggang langgang.

Karena urusanku selesai aku melanjutkan pergi ke Dojo. Sesampainya disana aku langsung menuju ruang Latihan dan disambut oleh Kak Hiro dan gadis yang kuselamatkan tadi. Ternyata gadis itu bernama Rita yang merupakan adik dari Kak hiro selaku pelatih di dojo itu. “Namamu Dimas bukan? Terimakasih sudah menyelamatkan adikku.” “Ah bukan masalah yang besar kok kak.” Kak Hiro menghembuskan nafas dan menyuruhku agar berlatih lebih keras dalam pelatihanku.


PUISI

EMAS PERAK

 

Obor menyala

pelita nebula menjiwa

menebar mendebar hangat

       

di semesta raga yang megah

bergairah menggelora bola

 

metafora bulan bintang

dada bumi di tubuh matahari

menari-nari berlari-lari

melempar dilempar terlempar

menendang ditendang

 

bergulir membulir mengalir

nafas angin bersemilir

panahan dan tombak

hujan kemenangan

emas perak kemuliaan


KALIGRAFI


GAMBAR



KELOMPOK 2

Asyifudin Abror

 Rizky Harimurti Guritno

Panji Pramudya Putra

Dhiya Ulhaq Wafi'i

Muhamad Zidan Dicky Nasuha

Athallah Rafi Abdullah 

Husain Muh. Dzikri Prasetyo

Utsman Awwaludin

Hafidz Rafif Wibowo

Senin, 16 Agustus 2021

HUT RI KE - 76

KEMERDEKAAN INDONESIA

Ketika bangsa Indonesia melakukan proklamasi kemerdekaan hal itu tidak berlangsung lancar begitu saja. Proklamasi lahir dari perbedaan sikap yang jelas antara golongan yang menginginkan kemerdekaan Indonesia sebagai hasil perjuangan sendiri dan golongan yang tidak mempermasalahkan kemerdekaan sebagai pemberian Jepang. 

Sebelum proklamasi kemerdekaan dikumandangkan, terdapat rangkaian peristiwa penting yang dilakukan, berdasarkan fakta sejarah pada akhir bulan Juli 1945, komando bala tentara Jepang di wilayah Selatan mengadakan rapat di Singapura. 

Rapat itu menyetujui pemberian kemerdekaan Indonesia pada tanggal 7 September 1945, pada saat itu Panglima Asia Tenggara Jenderal Terauchi menyetujui pembentukan Dokuritsu Junbi Inkai atau Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI). 

Badan ini bertugas melanjutkan hasil kerja dari Dokuritsu Junbi Cosakai atau Badan Penyelidik Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI). Dua hari kemudian Soekarno, Hatta bersama dengan Radjiman Widyodiningrat diundang ke Dalat, Vietnam untuk dilantik sebagai ketua sekaligus wakil ketua PPKI oleh Jenderal Terauchi.Pada tanggal 6-9 Agustus, bom atom dijatuhkan armada udara sekutu di Hirosima dan Nagasaki. Peristiwa itu mendorong Terauchi untuk mengubah tanggal pemberian kemerdekaan menjadi 24 Agustus 1945. Dengan kepastian tanggal tersebut, Soekarno, Hatta, dan Radjiman kembali ke Indonesia. 

Pada tanggal 15 Agustus Jepang menyerah tanpa syarat kepada sekutu. Meskipun dirahasiakan, berita kekalahan itu dapat diketahui sejumlah tokoh gerakan bawah tanah dan para pemuda melalui siaran radio. Kekalahan Jepang itu menimbulkan keinginan kuat dan keberanian untuk memproklamasikan kemerdekaan Indonesia sesegera mungkin.

Pada tanggal 16 Agustus 1945, golongan pemuda menculik Soekarno dan Hatta ke Rengasdengklok. Golongan pemuda mendesak Soekarno dan Hatta untuk segera memproklamasikan kemerdekaan Indonesia. Soekarno dan Hatta bergegas pergi ke kediaman Laksamana Maeda dan disana telah berkumpul anggota PPKI dan golongan muda. 

Kemudian, terjadilah peristiwa sejarah berupa perumusan teks proklamasi kemerdekaan. Teks itu dirumuskan oleh tiga tokoh yaitu Soekarno, Hatta dan Ahmad Soebarjo. Peristiwa itu disaksikan oleh Soekarni, B.M Diah dan Soediro.

Soekarno menuliskan konsep proklamasi kemerdekaan pada secarik kertas, sementara Hatta dan Ahmad Soebarjo menyumbangkan pikiran secara lisan. Konsep proklamasi kenerdekaan itu terdiri atas dua kalimat : kalimat pertama merupakan pernyataan kemauan bangsa Indonesia untuk menentukan nasibnya sendiri dan kalimat kedua merupakan pernyataan mengenai pengalihan kekuasaan.

Perdebatan kembali terjadi mengenai siapa yang menandatangani teks proklamasi kemerdekaan itu. Soekarno mengusulkan agar teks itu ditandatangani oleh mereka yang hadir, seperti deklarasi kemerdekaan Amerika Serikat. 

Usulan itu ditentang oleh golongan pemuda. Menurut para pemuda, proklamasi kemerdekaan Indoensia harus benar-benar bersih dari pengaruh Jepang. Soekarni mengusulkan teks itu ditandatangani oleh Soekarno dan Hatta atas nama bangsa Indonesia. 

Kemudian, usulan itu disetujui, naskah proklamasi yang ditulis tangan oleh Soekarno itu diketik oleh Sayuti Melik dengan perubahan kecil yang disetujui, misalnya: kata tempoh menjadi tempo, wakil-wakil bangsa Indonesia menjadi atas nama bangsa Indonesia, Djakarta17-08-'05 menjadi Djakarta, hari 17 boelan 8 tahun 05.

Pembacaan teks proklamasi kemerdekaan terjadi pada tanggal 17 Agustus 1945 berlangsung pukul 10.00 WIB di rumah Soekarno di jalan Pegangsaan Timur no. 56 Jakarta. Soekarno membacakan teks proklamasi kemerdekaan Indonesia yang berisi : 

Proklamasi


Kami bangsa Indonesia dengan ini menjatakan kemerdekaan Indonesia.

Hal-hal jang mengenai pemindahan kekuasaan d.l.l diselenggarakan dengan tjara seksama dalam tempo jang sesingkat-singkatnja.

Djakarta, hari 17 boelan 8 tahoen '05

Atas nama bangsa Indonesia

Soekarno/Hatta.

Pembacaan teks proklamasi itu menandai terbentuknya bangsa dan negara Indonesia yang merdeka. Kemudian kabar kemerdekaan Bangsa Indonesia itu disebarluaskan ke berbagai tempat. 

CERPEN :

ARTI KEMERDEKAAN


Aku tidak sengaja melewati ruang tamu lalu aku melhat kalender dan ternyata hari 
ini tepat tanggal 16 agustus 2021 dan besok adalah hari yang sangat pentng bagi 
Negara ku yaitu hari kemerdekaan.aku pun kembal bersantai di teras rumah 
dengan menikmati secangkir kopi,dan memikirkan apa sih arti kemerdekaan itu?

 Aku pun keluar rumah untuk menikmati udara segar di sore hari,Tak lupa 
memakai masker dan membawa handsanitizer.Selang beberapa langkah aku pun 
menemui Pak udin, seorang pedagang cilok.Aku pun bertanya apasih arti 
kemerdekaan menurut bapa,dan pak udin pun menjawab”arti kemerdekaan 
menurut saya jika Negara dapat terbebas dari kasus korupsi yang menggila 
terlebih di situasi pandemic seperti ni ‘’ ujar pak udin

 Aku pun terus melanjutkan langkahku dan bertemu dengan ibu siti ia 
merupakan ibu rumah tangga. dan aku pun menanyakan hal yang sama,apaasih 
arti kemerdekaan bagi bu siti. Dan bu siti pun menjawab “arti kemerdekaan 
menurut ibu jika para peninggi Negara memanfaatkan jabatan yang ada sebak 
mungkin untuk mengayomi masyarakan dan produk produk dalam negri bisa 
bersaing dengan produk luar”,ujar bu siti 

 Aku pun terus melangkahkan kaki ku dan sesaat setelah aku beristirahat 
aku pun bertemu dengan bang samsul,ia merupakan mahasiswa.Aku pun 
menayakan tentang apa arti kemerdekaan menurut bang samsul dan ia pun 
menjawab, “ Arti kemerdekaan menurut saya adalah jika kebebasan masyarakat 
mengkritik jalanya pemerintahan dan arti kemerdekaan jika hokum di Negara kita 
adil tidak tumpulkeatas dan tajam ke bawah yang merugikan masyarakat 
masyarat kecil”,ujar bang samsul

Tak dirasa hari pun mulai petang matahari mulai merudupkan cahanya,aku pun 
bergegas pulang dan aku pun menyadari bahwa banyak sekali art kemerdekaan 
bag masyarakat Indonesia dan aku pun belajar bahwa perjuangan kita lebih berat 
karena kita melawan bangsa sendiri. 


PUISI :

MERDEKA AT HOME

Mari berkebun bunga cempaka

Cempaka si indah nan ramah

Kita ikrarkan kata Merdeka!!

Walau hanya dari rumah


Penjajah kekinian

Bercermin melihat wajah

Wajah cantik merah merona

Dulu kita lawan Penjajah

Sekarang kita lawan Corona


Merdeka Suara Rakyat..!

Ingat saat kita bertatap muka

Mengingat jika kita hanyalah teman

Kita akan sungguh merasa Merdeka

Jika suara rakyat bukan ancaman


By Nur Rahman N (@nur.n_0)


PANTUN:

SETAJAM BAMBU RUNCING


Di ujung bambu yang runcing

Setajam pedang siap menyayat

Pertaruhan nyawa menentang

Mengoyah jiwa musuh hingga gentar

Pahlawan berjuang hingga raib

Meraih kemenangan untuk kebebasan

Rasa gentar dan takut terlenyapkan

Usaha sampai tumpah darah tiada usai

Kemerdekaan telah membebaskan bekapan

Kini dapat bernapas tanpa sesak

Jasa pahlawan menjadi saksi

Siap siaga hingga merdeka


KARIKATUR :


KOMIK :




Written By :
Asqi Syahrul Anwar
Jihan Arwana
Mohammad Zufar
Febri Miftahur Rahmat
Ahmad Galvin Firdaus Zahid
Nur Rahman Najib
Alif Anas Rosyidin
Rafi Aulia Zidni Asfindra



Selasa, 10 Agustus 2021

TAHUN BARU HIJRIYAH 1443H


 


     Tahun Baru Hijriyah atau Tahun Baru Islam merupakan suatu hari yang penting bagi umat Islam karena menandai peristiwa penting yang terjadi dalam sejarah Islam yaitu memperingati penghijrahan Nabi Muhammad saw. dari Kota Makkah ke Madinah pada tahun 622 Masehi. Peristiwa bersejarah itu terjadi pada 1 Muharam tahun baru bagi Kalender Hijriyah. Namun, Tahun Hijrah Rasulullah SAW dari Makkah ke Madinah itu diambil sebagai awal perhitungan bagi Kalender Hijriyah.

 

     Kalender Hijriyah secara resmi belum dimulai ketika zaman Rasulullah S.A.W. Kalender ini hanya dimulai pada zaman Khalifah Arrasyidin kedua yaitu Umar al-Faruq R.A. Ada beberapa saran dari para sahabat untuk penetapan tanggal bagi Madinah ketika itu, ada yang mengusulkan tahun Islam dimulai ketika kelahiran Nabi Muhammad SAW, ada yang mengusulkan awal tanggal Islam ditetapkan pada hari Rasulullah diangkat sebagai nabi dan rasul tetapi pandangan yang menyarankan awal tanggal Islam pada tanggal hijrah Nabi SAW. Penetapan ini adalah untuk mengenangkan betapa pentingnya tanggal hijrah yang menjadi perubahan paradigma dalam sejarah agama Islam yang mana pertama kali dalam sejarah Islam seorang nabi dan rasul membentuk pemerintah dengan segala kesulitan dan berhasil membuat hubungan diplomatik dengan beberapa negara serta menyampaikan dakwah Islam secara global sehingga Islam tersebar ke merata dunia.

 

     Bulan Muharram bagi umat Islam dipahami sebagai bulan Hijrahnya Nabi Muhammad SAW dari Makkah ke Madinah, yang sebelumnya bernama “Yastrib”. Sebenarnya  kejadian hijrah Rasulullah tersebut terjadi pada malam tanggal 27 Shafar dan sampai di Yastrib (Madinah) pada tanggal 12 Rabiul awal. Adapun pemahaman bulan Muharram sebagai bulan Hijrah Nabi, karena bulan Muharram adalah bulan yang pertama dalam kalender Qamariyah yang oleh Umar bin Khattab, yang ketika itu beliau sebagai khalifah kedua sesudah Abu Bakar, dijadikan titik awal mula kalender bagi umat Islam dengan diberi nama Tahun Hijriah.

 

    Dalam bahasa Arab, hijrah bisa diartikan sebagai pindah atau migrasi. Tafsiran hijrah disini diartikan sebagai awal perhitungan kalender Hijriyah, sehingga setiap tanggal 1 Muharam ditetapkan sebagai hari besar Islam. Memang, sejak hijrahnya Rasulullah ke Yatsrib, sebuah kota subur, terletak 400 kilometer dari Makkah, Islam lebih memfokuskan pada pembentukan masyarakat muslim yang tidak kampungan di bawah pimpinan Rasulullah.

 

    Tahun Baru Islam 2021 atau 1 Muharram 1443 Hijriyah tetap jatuh pada tanggal 10 Agustus 2021. Namun ada perubahan tanggal libur Tahun Baru Islam 2021. Terkait hari libur Tahun Baru Islam 2021 ini, telah ditegaskan oleh Kementerian Agama (Kemenag). Melansir laman resmi Kemenag, Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kemenag Kamaruddin Amin mengatakan, bahwa pemerintah hanya memindahkan tanggal merahnya dari Selasa, 10 Agustus 2021 menjadi Rabu, 11 Agustus 2021. Perubahan hari libur Tahun Baru Islam 2021 ini telah tertuang dalam Keputusan bersama Menag, Menaker, dan Menpan RB No 712, 1, dan 3 tahun 2021 tentang Perubahan Kedua atas Keputusan Bersama Menag, Menaker, Menpan dan RB No 642, 4, dan 4 tahun 2020 tentang Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama.

 

Pesan perubahan dalam menyambut Tahun Baru Hijriyah, yaitu:

1. Hindari kebiasaan-kebiasaan lama / hal-hal yang tidak bermanfaat pada tahun yang lalu untuk tidak diulangi lagi di tahun  baru ini.

2. Lakukan amalan-amalan kecil secara istiqamah, dimulai sejak tahun baru ini yang nilai pahalanya luar biasa dimata Allah SWT, seperti membiasakan shalat dhuha 2 rakaat, suka sedekah kepada fakir miskin, menyantuni anak-anak yatim, dll.

3. Usahakan dengan niat yang ikhlas karena Allah agar tahun baru ini jauh lebih baik dari tahun kemarin dan membawa banyak manfaat bagi keluarga maupun masyarakat muslim lainnya.




PAWAI HADROH MALAM TAHUN BARU HIJRIYAH 


Hari Selasa,7 Agustus 2021, 06.30 p.m. @Masjid Badriyah Muhammad

              Saat itu, tampak sekumpulan anak-anak umur 6-13 tahun beserta seorang ustadz muda di muka ruang sebuah Masjid di sebuah Desa. Mereka sedang melakukan kegiatan pengajian dengan cukup tenang. Seorang gadis manis bergamis Biru termenung di sudut ruang Masjid sendirian, matanya menatap semu mimbar musholla. Ia telah menyetorkan bacaan Al-Qur’annya kepada sang ustadz. Tangan kanannya mendekap kitab suci, sedangkan tangan sebelahnya lagi menopang dagunya. Entah apa yang ada di pikiran gadis itu. Tiba-tiba, ia beranjak mendekati Pak Ustadz yang tengah membuka kitab Al-Qur’an, ia telah memeriksa bacaan seluruh anak.

                “Pak Ustadz, saya boleh bertanya, tidak?” tanyanya pelan, dengan intonasi ragu-ragu.“ Apa sih yang enggak buat kamu, Resti? Ayo, tanyakan saja,” jawab Pak Ustadz yang bernama Mustafa itu. Tiba-tiba, ruangan musholla yang agak berisik itu mendadak hening. 

                “Ih, kok semuanya jadi diam?” Tanya gadis manis itu, Resti, kepada teman-temannya. “Hihi, kami ‘kan ingin dengar pertanyaan dari Kak Resti yang menarik itu,” ujar Alifah, gadis yang setahun lebih muda dari Resti, mewakili sekumpulan anak sepengajian itu. Resti hanya mendengus pelan. “Jadi begini, ustadz. Emmm.. Perayaan Ulang Tahun itu hukumnya apa, ya?”

                Seketika, musholla itu menjadi riuh kembali. Pak Ustadz pun mengatasinya, “Hush…hush…tenang anak-anak. Pak Ustadz akan menjawab pertanyaan bagus dari Resti ini.” Beliau berdehem ringan. “Ada sebuah hadits yang menyatakan, bahwa bila kita mengikuti adat kebiasaan segolongan kaum, maka kita akan menjadi bagian dari kaum tersebut. Nah, asalnya perayaan ulang tahun itu kan dari Bangsa Barat yang kafir, jadi artinya kita sama saja dengan mereka.” Terang Ustadz Mustafa panjang lebar. Anak-anak itu hanya mengangguk-angguk tanda paham. Resti sendiri hanya memasang tampang yang seolah berkata “Oh begitu.”

                “Cieee…yang sebentar lagi ulang tahun! Pantas saja bertanya seperti itu!” pekik Fatiha, teman sekelasnya yang tomboy, sembari menepuk pundak Resti. “Ih..apaan sih, kamu,Fat?” sergah Resti sinis.“Oh, ya kapan hari kelahiranmu, Resti?” Tanya Pak Ustadz, mendengar perkataan Fatiha. “Emm…tanggal 10 Agustus 2021, Ustadz,” jawab Resti, yang bernama lengkap Resti Putri itu.

                “10 Agustus? Aduh, Ustadz lupa sesuatu. Oh, ya, ada acara Pawai Hadroh Tahun Baru Hijriah 1 Muharram 1443 Hijriah se-Kecamatan. Tim kita sudah Ustadz daftarkan .”            

              “Acara Pawai Hadroh hari Senin, tanggal 9 dimulai dari jam setengah sembilan malam. Kata panitianya akan ada hadiah bagi tim-tim yang bagus dalam pawainya. Tim kita nanti mulai mempersiapkan diri ya, kostum, spanduk dan yel-yel kalian. Ustadz pasti bantu kalian. OK?”.“OK, Pak Ustadz!!” koor anak-anak pengajian menjawab persetujuan Ustadz Amin.

                “Sekarang, waktu sudah sampai waktu sholat Isya. Ayo rapihkan buku-buku kalian, dan kita akhiri majlis kali ini. Doa Kifaratul Majlis.” Tutup Ustadz Amin.

Hari Rabu, 8 Agustus 2021 10.30 a. m. @Ruang kelas 6A SDN Cihaseum 02

                “Hai Resti, Sedang apa nih ? sapa sekaligus tanya seorang perempauan berbadan tinggi dan berkulit terang kepada Resti, yang sedang duduk di bangkunya. Di sebelah Resti, terdapat Fatiha, yang sedang menggambar desain grafitty namanya sendiri di buku tulisnya.“Hai Jessica. Tidak sedang apa-apa kok. “ jawab Resti. “Oh, ya Resti, Fatiha. Tadi saat jalan ke sekolah, aku melihat ada pengumuman acara Pawai Hadroh Peringatan Tahun Baru…apalah itu namanya, nanti tanggal 9 Agustus. Aku ingin ikut, tetapi Pak Ahmadi bilang, sekolah kita nggak ikutan acara itu. Jadi aku harus bagaimana?” Raut cantik Jessica menampilkan rona kecemasan.

Sontak, Fatiha dan Resti saling berpandangan. “Itu, acara yang dikasih tahu Ustadz Mustafa, Res?” Tanya Fatiha, dengan mata membulat, dan suara berbisik. “Emm…Mungkin kali, Fat,” jawab Resti kepada sahabatnya ragu. “Kalian ikut acaranya ya? Kenapa ga bilang aku? Aku mau ikut kalian!” sela Jessica dengan suara cukup lantang. “Hah?! Kalian yang belum bisa main alat nya masih aja mau ikutan acara pawai Hadroh buat bocah-bocah kecil itu?! Hello…” terdengar ejekan dari belakang tempat duduk mereka berdua, yaitu Melia, “Iya, ya Mel, apa itu, Sok Bisa,“ sambung Cindy pedas. Hampir saja Fatiha berdiri dan berjalan ke belakang untuk memberi Melia dan Cindy ‘pelajaran’, namun tangan Resti mencegahnya. Di samping Melia dan Cindy, ada teman satu geng-nya, yakni Erika yang merupakan salah satu teman sepengajian mereka, diam saja, “Jessica, untuk apa sih mengikuti mereka. Ih, ga level. Mending tunggu 1 Januari saja nanti aku bakal buat pesta barberque, huu..dijamin lebih seru dari pawai kampung mereka!! “ seru Melia, lalu ia ber-tos dengan Cindy dan Erika. Jessica menggigiti ujung kukunya, mencirikan bahwa ia sekarang sedang kebingungan, “Ehmm..aku mau berpikir dahulu ya, Res, Fat. Dadah,” Jessica berpaling, dan berlari keluar kelas 

Hari Rabu, 8 Agustus 2021 04.35 p.m. @Halaman Musholla Al-Ma’rifatullah

“Huh, aku kesal dengan Erika. Meskipun ia anggota geng-nya gadis-gadis sok tahu itu, harusnya dia membela kita. Dia juga ‘kan murid pengajian kita  juga. Sekarang malah dia yang tidak masuk ngaji,” gerutu Fatiha, yang sedang duduk bersama teman-teman lainnya. Resti tidak bereaksi apapun. “Eh, kita teh jadi mengajinya apa engga, teh?” Tanya Filzah, dengan aksen Sunda yang cukup kentara. “Gak tahu, tuh. Pak Ustadz Mustafa kemana ya?” kata Fatiha balik bertanya. “Tenang. Usman sedang ke rumahnya, “ ujar Resti mengendalikan suasana. 

Tak lama, datanglah Usman ke hadapan anak-anak pengajian Masjid itu. “Pak Ustadz kagak bisa dimari, tapi kalo elu pade mau pulang, ye silahkan aje, “ terang Usman, si anak keturunan Betawi. Anak-anak pun menghela napas panjang. Saat mereka akan membereskan tas mereka dan hendak pulang, terdengarlah sebuah ide dari mulut Resti “Aha! Bagaimana kalau sekarang kita mempersiapkan keperluan kita untuk pawai Hadroh besok?” . Beberapa saat hening, “SETUJU!!” teriak mereka. Maka, mereka masuk ke ruang Masjid yang sedang lengang untuk menyusun rencana persiapan Pawai Hadroh. 

Hari Senin, 9 Agustus 2021 08.15 p.m. @Lapangan Masjid Kecamatan

                Acara Pawai Hadroh yang rutin 2 tahunan itu akan segera dilangsungkan. Ramai dan banyak sekali Tim yang memeriahkan acara ini, dari segala golongan dan usia. Tim dari pengajian Restidkk. Tengah duduk dan bersiap-siap di sisi kiri lapangan masjid itu. “Eh, ayo kita siap-siap. Makanan? Sudah. Spanduk? Siap. Kostum? Masya Allah, kalian kreatif sekali,” kata Ustadz Mustafa sambil memuji. Kostum yang mereka kenakan adalah baju panjang warna putih, dan selempang dada bertuliskan ‘Miss Sholehah 2013’ dan di kepalanya dihiasi  mahkota dari kardus . Sedangkan untuk anak putra tulisannya ‘Mas Sholeh 2013’ dan kain sorban. Terdapat pula rumbai-rumbai kertas kilap meliliti beberapa bagian tubuh mereka. “Yel-yel nya bagaimana?” Tanya Ustadz Mustafa lagi. “Pokoknya, Ustadz dengarkan saja. Pasti bagus dan bikin ketagihan!” jawab Fatiha PeDe. “Iya, iya. Ustadz mengawasi kalian dari belakang dengan motor Ustadz. Semangat! Allahu Akbar!”

                Terdengar suara pemberitahuan kepada semua peserta untuk berbaris, karena acara akan segera dimulai. Dan, seluruh peserta, yang jumlahnya puluhan itu memulai acara itu, tak terkecuali tim Resti dkk.  Mereka mendapat nomor urut 008, yang dikapteni oleh Resti, Fatiha dan Usman. Mereka berjalan sambil membawa spanduk dan beberapa alat Hadroh, serta menyerukan sholawat nabi mereka, dengan lantang. Tampak kelompok dengan nomor urut 009 menyusul laju mereka, dan menyerukan sholawat mereka, lebih keras dari Resti dkk. Sesaat mereka terdiam, lalu Resti memekik tegas, “Ayo! Shollu’alannabi muhammad! Semangat! Shollu ‘alaih!”. Bagai energy handphone yang ter-charge kembali, mereka pun berjalan lebih cepat. ‘Menyalip’ posisi peserta nomor 009, dan terus menggaungkan sholawat.            

                   Resti menyapu pandang ke seluruh penjuru jalan yang seluruh peserta lewati. Jalan raya tersebut sesak oleh tak terhitung manusia, yang meski tidak mengikuti langsung acara pawai Hadroh tersebut, namun bibir mereka melantunkan sholawat, mengikuti gema yang disuarakan oleh para vokal mereka. Menjadikan malam 1 Muharram itu menjadi sebuah malam dengan harmoni doa penuh syahdu kepada Ilahi Robbi. Hati Resti bergetar. Ia telah melupakan segala iming-iming hadiah pemenang acara pawai. Kini seluruh  jiwa di lokasi itu menjadi satu, Allahu Akbar, Allahu Akbar, menyambut waktu Tahun Baru Islam yang telah datang. Baginya, rasa menyejukkan ini adalah hadiah terindah dari Allah S.W.T, di hari berkurangnya jatah hidupnya itu.

                Akhirnya pawai itu selesai pada pukul 01.30 a.m.  Seluruh peserta beristirahat di lapangan masjid kecamatan yang telah dialasi plastik biru, setelah menempuh rute pawai sejauh 6 km. Dan, kini saatnya pengumuman pemenang pawai Hadroh. Seluruh peserta mendengarkan pengumuman tersebut dengan takzim, walau rasa kantuk menyergapi mereka. Beberapa kategori telah dibacakan, namun tidak disebutkan nama pengajian Resti dkk. Hingga akhirnya, “Tim peserta anak terbaik…Jatuh pada….” Kata pembaca pengumuman. “Majlis Ta’lim Badriyah Muhamad..”. Sorak sorai membahana, dan tanpa disuruh Fatiha maju ke atas panggung untuk mewakili pengajiannya untuk menerima hadiah.

                “Alhamdulillah kita menang!!” seru Ustadz Mustafa girang. Tiba-tiba datang Jessica ke hadapan Resti dan Fatiha, “Yeee…kalian menang. Selamat ya!”. Resti dan Fatiha terkejut dan seraya berkata,” Jessica?! Sedang apa disini? Dengan siapa?”. “Hehehe…Itu bersama Melia, Cindy, dan Erika. Kita mengikuti pawai kalian. Ternyata menyenangkan. Dan mereka minta maaf kalau sudah membuat kalian marah. Ayo, kita ke tempat mereka sekarang,” ajak Jessica, membuat wajah Resti dan Fatiha yang semula muram dan menahan marah, menjadi cerah kembali.

 


Ahlan wa Sahlan 1 Muharram

 

Ahlan wa Sahlan 1 Muharram Tahun Baru Hijriah

Kami menyambutmu dengan hati bersih

Dengan senyum merekah

Meski virus merajalela di dunia

Meski peperangan berkecamuk di Suriah

 

Mulai detik ini kami bertekad untuk hijrah

Tinggalkan perilaku nista yang tercela

Kami tak ingin jadi insan yang terjajah

Oleh Rayuan setan yang membuat kami lengah

 

Mulai detik ini kami bertekad untuk hijrah

Kami tak ingin jadi golongan yang kalah

Oleh amarah dan serakah

Kami kan berusaha tuk jadi ramah dan amanah

 

Mulai detik ini kami bertekad untuk hijrah

Tinggalkan perbuatan yang tercela

Sampai kami menjadi pribadi yang rendah

Menjadikan kami insan  yang bijaksana

 

Ahlan wa sahlan 1 Muharram Tahun Baru Hijriah

Kami menyambutmu Bersama fajar yang merekah

Tanpa rasa resah ataupun gelisah

Berharap turunnya berkah Allah yang melimpah













 Kelompok 1

1.    Faiza Dheja Muzammil
2.    M. A. Haidar Yusuf
3.    Abyan Abdillah
4.    Muhammad Habib As-Syauqi
5.    Haritsa Abdullah Perkasa
6.    Zedaloka Syahdafi Widi
7.    Rurouni Batosai
8.    Andreansyah Putra Surya
9.    Muhammad Naufal Romi Annafi

 



Contact

Talk to us

Hubungi kami untuk kritik dan saran

Address:

Jl. Sumpah Pemuda No.62, Kadipiro, Kec. Banjarsari, Kota Surakarta, Jawa Tengah 57136

Work Time:

Every Day

Diberdayakan oleh Blogger.

BOM 2026

BATTLE OF MIND 2026       Oleh: Anggy Nayla Khalifa Battle of Mind 2026: Unleashing The Power of Thought in Shaping Tomorrow’s Worlds      ...

Cari Blog Ini